Alliance Arts telah membatalkan demo publik Drunken Goddess Reflux yang direncanakan pada 19 Oktober dan sebagai gantinya akan menawarkan uji main tertutup dengan peserta terbatas. Penerbit mengatakan pihaknya tidak dapat mengelola dengan baik pembatasan unggahan dan siaran langsung yang semula direncanakan untuk demo publik. Secara terpisah, perusahaan khawatir AI atau alat lain dapat digunakan untuk meniru penyajian dan mekanisme permainan, lalu merilis karya serupa sebelum game tersebut diluncurkan. Pengumuman itu menggambarkan risiko yang dipersepsikan perusahaan, bukan salinan yang sudah muncul.

Perubahan besar

  • Apa yang berubah: Demo yang semula bisa diakses siapa saja berubah menjadi uji main dengan peserta yang dipilih melalui undian dan aturan yang disetujui sebelum ikut serta. Alliance Arts mempersempit akses sambil tetap mencari masukan pemain.
  • Mengapa ini penting: Dua kekhawatiran yang disampaikan penerbit—mengelola pembagian konten permainan dan kemungkinan peniruan—kini menentukan siapa yang bisa bermain sebelum peluncuran serta bagaimana peserta boleh membagikan apa yang mereka lihat. Pemain kehilangan demo publik yang dijadwalkan; pendaftar yang terpilih mendapat akses melalui proses yang dikendalikan.
  • Yang perlu diperhatikan: Uji main yang diumumkan berlangsung pada 23–31 Oktober, dengan jadwal yang dapat berubah. Ketentuan serta proses masukan melalui Discord menunjukkan cara Alliance Arts hendak mengelola pengujian ini. Namun, pengumuman tersebut tidak menyertakan bukti bahwa proses itu akan mencegah penyalinan atau bahwa penyalinan sudah terjadi.

Mengapa demo publik dibatalkan

Dalam pengumuman 16 Oktober, Alliance Arts menyampaikan dua alasan untuk mengubah rencana rilis. Perusahaan semula bermaksud membatasi video dan siaran langsung demo publik, tetapi menyimpulkan bahwa saat ini pihaknya belum mampu menangani dan mengelola pembatasan itu dengan baik. Perusahaan juga mengkhawatirkan kemungkinan seseorang menggunakan AI atau alat lain untuk menghasilkan karya yang meniru atau mereplikasi penyajian dan mekanisme permainan sebelum game diluncurkan.

Itu dua persoalan berbeda. Yang pertama menyangkut pengelolaan aturan atas materi yang diunggah pemain. Yang kedua adalah kekhawatiran tentang apa yang mungkin dibuat pihak lain setelah melihat demo. Penerbit tidak menunjuk tiruan yang sudah ada, alat yang telah mereproduksi game, ataupun pengukuran kemungkinan terjadinya salah satu hasil tersebut. Keputusan ini menunjukkan bagaimana perusahaan memilih mendistribusikan versi prarilisnya, bukan membuktikan bahwa AI telah menyalinnya.

Cara kerja uji main tertutup

Menurut pemberitahuan partisipasi dari penerbit, pendaftaran ditutup pada 22 Oktober pukul 23.59 waktu Jepang. Pendaftar harus berusia minimal 15 tahun, memiliki PC yang mampu menjalankan Steam dan game tersebut, bergabung ke server Discord resmi, serta menyetujui ketentuan uji main. Peserta di bawah umur memerlukan persetujuan orang tua atau wali. Peserta dipilih melalui undian; pendaftar yang terpilih menerima kode produk Steam lewat email. Periode uji main direncanakan pada 23–31 Oktober, dengan waktu mulai dan berakhir yang pasti masih akan diumumkan dan jadwal yang dapat berubah.

Alliance Arts mengatakan akan mengumpulkan kesan dan masukan melalui Discord. Dengan demikian, perubahan rencana ini mempertahankan jalur untuk menguji game sebelum peluncuran, sambil membatasi jumlah orang yang mendapat akses dan meminta mereka menyetujui aturan unggahan serta siaran langsung terlebih dahulu. Pemberitahuan itu tidak menyebut jumlah peserta yang akan dipilih atau menunjukkan seberapa efektif aturan tersebut dapat ditegakkan.

Bagi pengembang dan penerbit lain, ini merupakan contoh konkret keputusan rilis yang diambil dengan dua kendala yang dinyatakan: kemampuan mengelola aturan berbagi dan risiko peniruan sebelum peluncuran yang dipersepsikan. Keputusan itu tidak membuktikan bahwa uji tertutup secara umum merupakan pilihan yang tepat, atau bahwa pembatasan akses menghilangkan salah satu risiko tersebut.

Hal ini berbeda dari liputan BIG CHANGE tentang alat pembuatan game Horizon milik Meta, yang membahas pembuatan game berbantuan AI, bukan aturan akses prarilis dari sebuah penerbit.

Sumber dan bacaan lanjutan